Rabu, 13 Mei 2015

MALAM MENANGKIS RINDU [storyMaman7]

MALAM MENANGKIS RINDU
Maman lagi di atas kapal kecil

Malam yang dingin diselimuti kerinduan dan rasa cemburu yang meresap kental dilubuk hati yang paling dalam, ingatanku tentang dirimu masih saja selalu menghantui, entah aku yang terlalu lemah untuk bisa melupakanmu atau engkau yang terlalu kuat menahan rasa rindu yang terbelenggu atau rasa itu telah hilang dibawah oleh besarnya kebencian, entah lah ...

Masih sangat terekam jelas dipikiran ini ketika pertama kali mendengar kata cinta darimu bersamaan dengan senyum indahmu yang seakan bertanda kita akan bersatu selamanya dan tak ada yang dapat pisahkan, jujur disitulah pertama kali aku tahu yang namanya cinta ??atau sayang?? atau hanya sekedar suka??, entah lah ...

Namun itu dulu , dulu sebelum engkau bertemu dirinya yang sekarang menjadi pangeran hatimu yang selalu menemani hari-harimu, jujur itu sakit. sakit itu membuatku berpikir aku harus merelahkan mu atau aku harus berusaha mendapatkanmu kembali, atau ini hanya rasa cemburu sesaat dan akan hilang. entah lah ...

Rasa cemburu itu masih saja selalu menghantui ketika aku tak lagi bersamamu dan puncaknya ketika ku lihat engkau jalan bergandengan bersamanya, engkau bergandengan dengannya yang membuat sekejab hati ini hancur lebur bersamaan dengan canda tawamu bersamanya menambah perih sakitnya hati ini, entah apa yang ada di pikiranku saat itu "sakit" mungkin hanya kau yang bisa memahaminya. Mungkin aku yang berdosa telah memikirkan dan selalu merindukanmu atau engkau yang berdusta melawan rasa rindu  dihatimu atau mungkin juga aku terlalu egois yang tak bisa menerima dirimu dengannya atau engkau sengaja memilih dia untuk menghapus jejaku, entah lah ...


Malam ini kian lama kian larut tapi perih hati ini belum juga surut masih terbayang-bayang saat terakhir kali kau ucapkan kata perpisahan yang tak bisa kupercayai, rasa perih ini  kian terasa semakin sakit bergandengan bersama dingin malam ini. Dingin malam ini terasa sangat, sangat dingin entah karena hembusan angin yang memang lagi kencang, atau bayangan tentangmu yang mengikat malam ini hingga menjadi gersang, atau hembusan angin malam ini membawa semua kenangan tentangmu dan meracuni ingatan ini, atau aku yang gagal menangkis rindu yang menggebu-gebu atau hujan deras dimalam ini berdampingan dengan derasnya duka dihati ini, entah lah ... 


Hujan deras yang datang menghampiri menambah sunyinya malam ini, kerlap-kerlip bintang kian lama kian hilang di tutupi oleh kabut hitam kebencian yang mencekam seakan menambah sunyinya hati ini, hanya secangkir teh hangat dan bayangan senyummulah yang menemani kesepian. Sedikit demi sedikit ku teguk teh ini yang seakan-akan menjadi pertanda bahwa hubungan kita tak mungkin bersatu lagi, jemari tanganku tak mampu menuangkan rasa cemburu yang masih membekas di lubuk hati ini, semua kabar tentangmu seakan hilang terbawa arus  dinginnya malam ini, "RINDU" mungkin hanya kata ini yang bisa menjelaskan perasaanku padamu malam ini.  Semoga kau bahagia bersamanya walaupun aku hancur bersama rasa yang masih terpendam, entah lah ... 
"Malam Menangkis Rindu" 


(#storyMaman7)
Twitter  @man_setiawan
(+)  FB Maman Setiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar